Download kitab pdf terlengkap AswajaPedia Klik di sini

Hukum Operasi Sesar demi Tanggal Cantik

Keadaan yang menuntut adanya operasi cesar itu ada dua :

Pertama : dalam keadaan dlorurot, yakni keadaan dimana keadaan nyawa sang ibu atau nyawanya janin atau nyawa keduanya dikhawatirkan apabila melakukan perrsalinan secara normal.

Kedua : ketika ada hajat, yaitu keadaan dimana dokter perlu untuk melakukan operasi disebabkan kesulitannya sang ibu untuk melahirkan dengan cara normal, dan kalau dipaksakan secara normal akan menyebabkan bahaya yang tidak sampai menyebabkan kematian janin atau sang ibu

Hajat yang memperbolehkan seorang wanita untuk melakukan operasi sesar itu merujuk pada pertimbangan dari para dokter, sedangkan permintaan dari wanita tersebut atau dari suaminya yang menginginkan dilakukannya operasi sesar tidaklah dibenarkan untuk menghindari sakit yang dirasakan saat melahirkan secara normal tidaklah dianggap sebagai hajat yang memperbolehkan dilangsungkannya operasi sesar. Dan diwajibkan bagi seorang dokter hanya memperbolehkan dilakukannya operasi sesar jika memang ada hajat dengan memperhatikan keadaan wanita tersebut.

Dalam literatur fiqih klasik mengnai masalah melubangi telinga untuk memasangkan antIng-anting, mam Al Ghozali dalam Ihya'-nya menjelaskan ; "Saya belum tahu perkara yang membolehkan dalam melubangi telinganya anak perempuan dalam rangka untuk menggantungkan anting-anting emas atau yang lainnya, karena hal tersebut termasuk melukai yang menyakitkan, padahal semisalnya ini akan mewajibkan qishos. Maka melukai anggota tubuh ini tidak diperbolehkan kecuali ada hajat yang penting, seperti bekam, dan khitan".

Dari penjelasan Imam Ghozali diatas dapat dipahami bahwasanya melukai tubuh itu hanya diperbolehkan apabila memang ada hajat yang dibenarkan agama dan karena hal yang dianggap penting.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa melakukan operasi sesar yang bertujuan untuk mencari tanggal cantik tidaklah diperbolehkan, karena bukan merupakan hajat yang memperbolehkan dilangsungkannya operasi sesar. Wallohu a'lam.

Referensi :
1. Al-Wajiz Fi Ahkamil Jirohah At-Thibbiyah, Hal : 6-7
2. Mughnil Muhtaj, Juz : 6  Hal : 143


Ibarot :
Al-Wajiz Fi Ahkamil Jirohah At-Thibbiyah, Hal : 6-7

جراحة الولادة
ولا تخلو الحالة الداعية إلى فعلها من حالتين
الحالة الأولى أن تكون ضرورية، وهي الحالة التي يخشى فيها على حياة الأم أو جنينها أو هما معا، -إلى أن قال-
الحالة الثانية: أن تكون حاجية وهي الحالة التي يحتاج الأطباء فيها على فعل الجراحة بسبب تعذر الولادة الطبيعية وترتب الأضرار عليها إلى درجة لا تصل إلى مرتبة الخوف على الجنين أو أمه من الهلاك، -إلى أن قال- والحكم بالحاجة في هذا النوع من الجراحة راجع إلى تقدير الأطباء، ولا يعد طلب المرأة او زوجها مبررا لفعل هذا النوع من الجراحة طلبا للتخلص من آلام الولادة الطبيعية. ويجب على الطبيبة التقيد بشرط وجود الحاجة، وأن تنظر في حال المرأة وقدرتها على تحمل مشقة الولادة الطبيعية وكذلك ينظر في الآثار المترتبة على ذلك فغن اشتملت على أضرار زائدة عن القدر المعتاد في النساء ووصلت إلى مقام يوجب الحرج والمشقة على المرأة أو غلب على ظنها أنه تتسبب في حصول ضرر للجنين فإنه حينئذ يجوز له العدول إلى الجراحة وفعلها بشرط ألا يوجد بديل يمكن بواسطته دفع تلك الأضرار وإزالتها

Mughnil Muhtaj, Juz : 6  Hal : 143
فائدة : قال في الإحياء لا أدري رخصة في تثقيب أذن الصبية لأجل تعليق حلي الذهب أي أو نحوه فيها، فإن ذلك جرح مؤلم، ومثله موجب للقصاص، فلا يجوز إلا لحاجة مهمة كالفصد والحجامة والختان. والتزين بالحلي غير مهم

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.