Download kitab pdf terlengkap AswajaPedia Klik di sini

5851. KELUARGA : HUKUM BAYI DIPERSUSUKAN PADA WANITA NON MUSLIM

PERTANYAAN :

Assalamua'alaikum para ustadz. Saya mau bertanya, apa hukumnya seorang balita dipersusukan kepada seorang non muslim? Terimakasih [Ziterz‎].

JAWABAN :

Wa alaikumus salam. Hukumnya  makruh, namun tetap memiliki akibat hukum yaitu terjadinya hubungan kemahraman antara bayi yang disusui dan ibu yang menyusui serta  anak-anaknya ibu yang menyusui dan seterusnya.

Referensi:

- AlMausu'ah AlFiqhiyah AlKuwaitiyah juz 22 hal 255:

- إن ارتضع مسلم من ذمّيّةٍ رضاعاً محرّماً حرّمت عليه بناتها وفروعها  كلّهنّ وأصولها كالمسلمة ، لأنّ النّصوص لم تفرّق بين مسلمةٍ وكافرةٍ ، وقد  صرّح بذلك المالكيّة والحنابلة ولا تأبى ذلك قواعد المذاهب الأخرى.

الارتضاع بلبن الفجور»
- قال أحمد بن حنبلٍ : يكره الارتضاع بلبن الفجور ولبن المشركات ، لأنّه  ربّما أفضى إلى شبه المرضعة في الفجور ، ويجعلها أمّاً لولده فيتعيّر بها ،  ويتضرّر طبعاً وتعيّراً ، والارتضاع من المشركة يجعلها أمّاً لها حرمة  الأمّ مع شركها ، وربّما مال إليها المرتضع وأحبّ دينها.
وروي  عن عمر بن الخطّاب وعمر بن عبد العزيز أنّهما قالا : اللّبن يشتبه ، فلا  تستق من يهوديّةٍ ، ولا نصرانيّةٍ ولا زانيةٍ ، ويكره بلبن الحمقاء كي لا  يشبهها الطّفل في الحمق.
كَرِهَ  أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الِارْتِضَاعَ بِلَبَنِ الْفُجُورِ  وَالْمُشْرِكَاتِ. وَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ، وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ  الْعَزِيزِ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا -: اللَّبَنُ يُشْتَبَهُ، فَلَا  تَسْتَقِ مِنْ يَهُودِيَّةٍ وَلَا نَصْرَانِيَّةٍ وَلَا زَانِيَةٍ

- Al-Mughni Li Ibnu Qudamah :

Abu  Abdillah (Ahmad bin Hanbal) memakruhkan ibu susuan dari perempuan yang  buruk pribadinya atau musyrik. Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz  mengataken : Susu itu bisa membuat serupa (dengan pemberi susunya), maka  jangan menyusui dari orang Yahudi, Nasrani atau pezina.

- Al Mausu'ah al Quwaitiyyah :

 إِنِ  ارْتَضَعَ مُسْلِمٌ مِنْ ذِمِّيَّةٍ رَضَاعًا مُحَرِّمًا حُرِّمَتْ  عَلَيْهِ بَنَاتُهَا وَفُرُوعُهَا كُلُّهُنَّ وَأُصُولُهَا  كَالْمُسْلِمَةِ؛ لأِنَّ النُّصُوصَ لَمْ تُفَرِّقْ بَيْنَ مُسْلِمَةٍ  وَكَافِرَةٍ

Jika seorang muslim disusui oleh (kafir) dzimmi sampai mencapai susuan yang menjadikannya mahram (memenuhi  kriteria radla’ah), maka anak-anaknya dan mahram terkait seluruhnya haram dinikah sebagaimana keluarga kandung, karena nash hukum tidak membedakan antara anak susuan muslim maupun kafir. Wallahu a’lam. [Mujawib : Ust. Faisol Tantowi, Ust. Àm Pènàzàm]

LINK ASAL :
https://web.fb.com/groups/piss.ktb/3033334860022635/

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.